EPIRB Memancarkan Signal Marabahaya 2 Tim Dikerahkan Mencari Menggunakan DF

MERAUKE  - Sebuah signal marabahaya terpancar dan terdeteksi oleh Satelit SAR (COSPAS SARSAT), Kamis (2/3/2017) malam tepatnya pukul 07.27 WIT. Oleh IDMCC BASARNAS di Jakarta berita tersebut diteruskan ke Kantor SAR Merauke. 
Signal marabahaya tersebut memancar dari sebuah EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) milik sebuah kapal yang teregistrasi di negara China dengan HEX ID B388A7430DC54D1. Signal memancar dari koordinat 08.28'.3'' S - 140.23'.5'' E atau di wilayah kerja kantor SAR Merauke. Berbekal data satelit yang diterima, pada pukul 10.25 Wit kantor SAR Merauke memberangkatkan 2 (dua) tim Rescuer untuk mencari lokasi pancar dari signal yang dimaksud. 

Tim di bekali DF (Direction Finder) untuk melacak sumber signal. DF adalah alat khusus yang digunakan untuk mendeteksi sumber signal marabahaya yang biasanya di pancarkan oleh EPIRB (kapal), ELT (pesawat), dan PLB (perorangan) ketika dalam kondisi membahayakan misalnya ketika kapal tenggelam, pesawat jatuh ataupun orang tersesat di hutan. Biasanya signal akan memancar secara otomatis ketika musibah terjadi atau dapat juga dinyalakan oleh manusia secara manual.
Jika dilihat dari koordinat pancaran, diduga sumber signal berada di sekitar sungai Maro yang biasanya digunakan sebagai jalur pelayaran kapal-kapal baik kecil maupun besar. Ini dikarenakan dermaga-dermaga  pelayaran di Merauke  tidak berada di pesisir pantai melainkan berada di dalam daerah aliran sungai.

Menggunakan perahu karet 40 PK, 2 (dua) tim rescuer melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang sungai di sekitar koordinat yang diberikan. Deteksi menggunakan DF mengandalkan indikator signal yang tertangkap dan dimunculkan dengan tanda lampu. Lampu indikator pada DF akan berkedip maksimal menandakan bahwa jarak sudah semakin dekat. Pemegang DF hanya perlu mengarahkannya ke kanan dan ke kiri untuk mencari arah pancaran yang akurat.

Memancarnya signal yang sama sebenarnya sudah terjadi juga tadi malam. Upaya pencarian juga telah dilakukan oleh 1 (satu) tim pada pukul 20.00 Wit dengan menggunakan DF.Namun di tengah pencarian, signal berhenti memancar sehingga tim memutuskan untuk mengehentikan pencarian. Baru kemudian memancar lagi pagi tadi sehingga pencarian dilanjutkan kembali.
Tim mendapat kendala karena di lokasi ternyata hujan cukup lebat mengakibatkan pencarian agak sedikit terganggu.(dwb/humas)
Link Terkait
PEJABAT